Academic
Tinjauan Kritis terhadap Antropologi Dataisme Yuval Noah Harari sebagai Gerakan Zaman Baru 2.0 Berlandaskan Presuposisionalisme Trinitarian Cornelius Van Til
Outline : Upaya supremasi manusia dipuncakkan dengan hadirnya filsafat Gerakan Zaman Baru di paruhan kedua Abad XX. Sekalipun filsafat ini begitu luas dan amorf, tetapi ada kesamaan karakteristik dari semua variannya, yang pada ujung akhirnya bermuara pada upaya memper-allah manusia. Kehadiran pengembangan Revolusi Industri 4.0 yang membawa kekuatan Internet-atas-Segala (IoT), Mahadata (Big Data), dan Inteligensia Buatan (Al), menimbulkan harapan filosofis di mana manusia bisa mencapai puncak, memiliki kekuatan supranatural, menguasai segala sesuatu, mengatasi segala jenis masalah dan kesulitan, mendapatkan pengetahuan yang tak terbatas, dengan satu keyakinan yang disebut sebagai Dataisme.
Pemikiran Yuval Harari tentang manusia yang menyatu dengan data atau bisa disebut sebagai Antropologi Dataisme dapat dipandang sebagai wajah baru Gerakan Zaman Baru (Gerakan Zaman Baru 2.0) pada saat wajah yang lama sudah mulai redup. Dalam pandangan Iman Kristen, secara khusus ditinjau dari konsep Presuposisionalisme Trinitarian Van Til, disadari sulitnya melepaskan diri dari presuposisi "agama data" dan "manusia data" ini, karena hal tersebut dipandang baik dan menjadi bentuk manusia masa depan.
Tinjauan kritis dilakukan untuk melihat dampak yang muncul dalam aspek teologis dan praktis; baik dalam kehidupan manusia secara umum, maupun kehidupan orang Kristen, khususnya di dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik, kurang literasi, dan berkecenderungan bersifat mistis.
Tidak tersedia versi lain