Academic
Kelahiran Perkawinan dan Kematian di di Masyarakat Batak Abad XIX
Outline : Apakah perempuan Batak \\\"dijual\\\" oleh ayahnya saat menikah? Mengapa anak laki-laki diistimewakan dalam masyarakat Batak? Benarkah perempuan tidak memperoleh bagian dari harta orangtua? Apakah hukum adat Batak tidak punya kekuatan hukum karena tidak tertulis? Pertanyaan-pertanyaan yang kerap menimbulkan rasa ingin tahu sekaligus perdebatan tersebut dibahas secara rinci dalam buku ini. Pembaca diajak menelusuri siklus kehidupan orang Batak Toba pada abad ke-19, sebelum mereka memeluk agama Kristen. Kelahiran, perkawinan, dan kematian berlangsung dalam kerangka norma dan praktik budaya serta hukum adat Batak, yang turut dipengaruhi oleh konstelasi politik, sumber kehidupan, dan keadaan kesehatan masyarakat sezaman. Pelbagai pengalaman lain - seperti perjodohan, kemandulan, poligami, serta perceraian - juga diulas untuk menunjukkan pemahaman masyrakat Batak terhadap peristiwa-peristiwa tersebut dalam kehidupan mereka. Disusun sebagai etnografi historis, kajian ini bertumpu pada berbagai sumber lama yang ditulis para penjelajah, pejabat kolonial, misionaris Eropa, dan orang Batak sendiri. Pendekatan lintas disiplin diterapkan untuk menelaah mitos asal-usul Batak, pentingnya sistem kekerabatan patrilineal, serta mekanisme reproduksinya. Status hukum laki-laki dan perempuan dikupas dengan merujuk pada kajian pakar hukum adat zaman penjajahan. Sepanjang buku, relasi gender menjadi tema penting yang dianalisis melalui perspektif antropologi dan sosiologi feminis.
Tidak tersedia versi lain